Meditasi untuk mengatasi stres dan penyakit

Hari ini, tanpa sengaja jadi menyimak tulisan Prof. Hadi Riyadi, seorang dosen dari gizi IPB, di laman facebooknya, bahwa sekarang ini adalah era kedokteran gaya hidup. Berarti kini orang semakin sadar perlunya melakukan perubahan pada diet dan gaya hidup untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit kronis (degeneratif).

Secara lengkap, perubahan ini meliputi 4 hal, yaitu: 1. Diet pangan nabati utuh yang secara alami rendah lemak dan rendah karbohidrat olahan 2. Teknik manajemen stres (misalnya yoga dan meditasi), 3. berolah raga (misalnya jalan kaki) 4. Dukungan sosial dan masyarakat (lebih banyak cinta). Singkatnya eat well, stress less, move more, love more.

Bunga teratai selalu indah dipandang

Jadi sebenarnya jalan menuju sehat itu sederhana saja bukan? perbaiki pola makan, kelola stres dengan baik, berolah raga, dan lebih banyak mencintai.  Semua orang pasti bisa melakukannya. Di antara keempat hal itu, salah satu yang ingin saya bahas  kali ini adalah salah satu cara mengelola stres, yaitu dengan meditasi.

Aneka penyebab stres

Tak banyak orang yang mau mengakui stres yang dialaminya. Padahal begitu banyak keseharian kita yang mudah membuat stres, seperti misalnya saat terlambat ke kantor atau pertemuan penting akibat macet di jalan, menghadapi pengguna jalan lain yang mudah memaki dan asal serobot, tekanan pekerjaan di kantor.

Bahkan postingan sarat muatan politik di grup wa maupun facebook menjelang Pilkada DKI akhir-akhir ini saja, sudah cukup membuat stres. Terlebih yang diikuti dengan komentar saling menghujat.

Kalaupun pikiran kita tak mau mengakui, badan kita pasti tak bisa berbohong. Cepat atau lambat biasanya badan menunjukkannya lewat keluhan penyakit yang seringkali tak kunjung sembuh meskipun telah diobati berulang kali secara medis. Itulah sebabnya manajemen stres diperlukan.

Ada banyak cara untuk mengatasi stres, yang paling mudah yaitu memandangi ikan-ikan di akuarium. Saat mata kita mengikuti gerakan ikan yang berenang kian kemari itu, tanpa sadar ketegangan pikiran pun mencair. Cara mudah lainnya yaitu dengan menikmati secangkir teh camomile atau mint hangat dalam suasana yang nyaman.

Bagi yang muslim, cara yang mudah barangkali duduk dengan tenang sambil mendengarkan bacaan qur’an dari murotal terfavorit. Saat pikiran kita berkonsentrasi penuh mengikuti bacaan yang indah itu, ketegangan pikiran pun dengan mudah memudar. Cara lain yaitu dengan membacanya sendiri atau berzikir setelah sholat.

Bagi orang yang menyukai gerakan, cara terbaik tentu melakukan latihan yoga atau tai chi. Kedua teknik itu juga bisa membuat rileks serta membantu mengatasi ketegangan pikiran dan stres. Sedangkan bagi yang lebih senang menenangkan diri sambil berdiam diri, bisa jadi lebih cocok bermeditasi.

Meditasi tak hanya atasi stres

Mengatasi stres dan penyakit dengan meditasi bisa saja dilakukan. Bahkan meditasi juga bisa membantu penyembuhan penyakit kronis. Penulis akan cantumkan sebagian  penjelasan ilmiah dari  Dr. Amarullah H. Siregar, MIHom, DNMed, MSc, PhD, seorang dokter ahli naturopati di Jakarta, mengenai efek dan manfaat meditasi yang pernah dimuat di Majalah Nirmala edisi Desember 2005 berikut ini:

Sejak tiga abad yang lalu, meditasi telah dilakukan untuk meningkatkan kesehatan. Kajian manfaat meditasi secara ilmiah telah sering dilakukan dalam bidang kedokteran, khususnya Naturopati di sub spesialisasi kedokteran energi atau Vibrational Medicine.

Salah satu diantara penelitian tersebut yaitu penelitian yang menggunakan alat perekam ballistocardiograph. Dengan alat tersebut, terbukti bahawa meditasi mampu mengaktifkan gelombang saraf dalam otak. Dengan meningkatnya gelombang saraf tersebut, meningkatkan pula koordinasi hemisfer kanan dan kiri otak.

Dengan koordinasi yang baik seperti itu, baik di sebelah kanan maupun kiri, maka semakin membaik pula kontrol sistem saraf otonom, yang pada akhirnya menimbulkan efek pada perbaikan sistem regulasi fungsi jantung, aliran darah dan oksigenasi sel, temperatur tubuh, serta jaringan tubuh.

Di negara maju seperti misalnya Amerika dan Eropa Barat, meditasi telah banyak digunakan sebagai upaya dalam melengkapi pengobatan medis.

Selanjutnya dari beberapa laporan ilmiah, dapat diketahui bahwa meditasi sangat penting dalam mengatasi berbagai macam penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi, jantung koroner, rematik, kanker, alergi, asma, depresi, kecanduan obat, kecemasan, hingga gangguan metabolisme.

bunga teratai berwarna merah muda

Meditasi munculkan pikiran harmonis dan kedamaian hati

Penulis bukanlah seorang ahli meditasi. Kebetulan saja dulu sewaktu menjadi pengasuh rubrik pengobatan alami di Majalah, sering mengikuti pelatihan pengobatan alami, diantaranya yaitu kelas meditasinya Pak Merta Ade dari Bali Usada. Jadi meskipun sedikit, penulis paham caranya menghilangkan stres dan mengatasi penyakit ringan dengan meditasi.

Dalam tulisan ini, penulis ingin share sedikit pengalaman saat belajar meditasi. Barangkali ada manfaatnya bagi teman-teman pembaca blog ini.

Pada dasarnya yang diajarkan dalam kelas meditasi adalah mengelola pikiran untuk membentuk pikiran harmonis. Pikiran yang harmonis adalah pikiran yang bijaksana, pikiran yang telah terbebas dari kekuatiran, kecemasan, kegelisahan, keserakahan, kemarahan, kebencian, keragu-raguan, hingga memori-memori yang buruk.

Mengapa kita perlu berlatih melepaskan pikiran dari hal-hal negatif seperti itu? Karena apa yang kita pikirkan sangat mempengaruhi kondisi tubuh kita. Suatu contoh yang mudah yaitu saat memikirkan makanan yang lezat dan favorit bagi kita, meskipun hanya memikirkan bisa saja terbit air liur.

Apalagi saat sibuk memikirkan hal-hal yang membuat takut, khawatir, atau cemas. Bisa saja saat itu organ-organ tertentu dalam badan kita juga terpacu memproduksi hormon tertentu yang tidak bagus efeknya untuk badan kita.

Pikiran harmonis atau bijaksana itu, bisa didapat dengan latihan secara teratur. Jika pikiran kita telah terlatih untuk selalu berkonsentrasi dan sadar, pada saatnya nanti kita juga akan bisa membawa pikiran harmonis yang penuh konsentrasi, kesadaran dan kebijaksanaan itu dalam keseharian kita, hingga didapat kedamaian hati.

Melepaskan pikiran dari hal-hal yang negatif juga diajarkan dalam Agama Islam.  Caranya yaitu dengan selalu mengembalikan segalanya (dalam arti segala masalah, pikiran-pikiran yang membuat cemas, khawatir, takut, juga harapan-harapan) hanya kepada NYA. Dengan memasrahkan diri secara total seperti itu dan menyukuri semua yang diterima, akan mudah ditemui kedamaian hati.

Cara mudah bermeditasi

Untuk mempermudah tercapainya pikiran harmonis, biasanya Pak Merta mengajak semua peserta untuk mengucapkan sebaris kata-kata ini dengan setulusnya: semoga semua mahluk hidup berbahagia. Kata-kata itu dipancarkan dari dalam dada ke seluruh tubuh, ke rumah, ke tetangga, dan ke segala arah.

Dengan kata-kata seperti itu diharapkan yang dihasilkan dari latihan nantinya adalah energi cinta kasih. Tidak mungkin mengharapkan kebahagiaan semua mahluk bila hati masih dipenuhi kebencian dan dendam bukan?

Latihannya sendiri sederhana saja, yaitu dengan duduk yang rileks. Bisa duduk bersila, bisa juga duduk dikursi. Yang penting duduk dengan punggung, leher, dan kepala tegak, mulut ditutup. Tangan bisa diletakkan di atas lutut, atau di atas pangkuan. Panjatkan doa sesuai keyakinan. Setelah itu, mulailah mengamati keluar masuknya napas.

Rasakan saat napas masuk melalui lubang hidung dan saat napas keluar. Napas tak perlu diatur, bernapas saja secara alami tetapi terus diamati dan dirasakan. Ada napas pendek, ada juga napas yang panjang, rasakan semua. Bila pikiran negatif melintas, segeralah lepaskan dan kembalilah berkonsentrasi pada keluar masuknya napas.

Saat napas masuk kita tahu dia masuk, saat napas keluar kita tahu dia keluar. Ketika napasnya panjang kita tahu dia panjang, saat napas pendek kita tahu dia pendek. Sadari dan rasakan saja sampai tercapai ketenangan.

Sekali latihan biasanya memerlukan waktu 15 hingga 30 menit. Latihan ini dianjurkan untuk dilakukan setiap hari sebisanya di waktu yang sama sehingga lebih mudah berkonsentrasi. Untuk pertama biasanya badan masih terasa kaku. Jadi bila duduk bersila dilantai membuat pegal, tempat duduk bisa diganjal dengan bantal.

Setelah latihan berlangsung baik hingga 6 kali pertemuan, biasanya sudah mulai terasa efek positifnya. Saat itu konsentrasi, kesadaran dan kebijaksanaan menguat. Muncul energi positif yang membuat badan lebih sehat sehingga gangguan-gangguan ringan seperti stres, flu, atau sulit tidur mudah teratasi.

Saat itu pintu yang memunculkan pikiran-pikiran negatif seperti ketakutan, kekuatiran, kegelisahan mulai mengecil. Sehingga pikiran lebih tenang. Makin kuat konsentrasi, kesadaran, dan kebijaksanaan kita, maka landasan batin juga menguat. Perlahan-lahan pintu tempat munculnya pikiran negatif akan tertutup sehingga terjadi pemurnian pikiran.

Teratai merah muda

Mengobati penyakit sendiri dengan meditasi

Sebelum berlatih mengobati penyakit dengan meditasi, latihan yang dilakukan lebih dulu adalah memberi energi baik ke dalam badan. Jadi caranya mula-mula tetap mengamati keluar masuknya napas hingga tercapai ketenangan, lalu pindahkan pikiran kita yang sadar dan bijaksana ke bagian kepala.

Rasakan bagian kepala kita dari luar, apakah terasa gatal atau terasa sakit? Apapun yang terasa, rasakan saja dengan sadar dan bijaksana lalu pindahkan pikiran ke arah leher dengan sadar dan bijaksana. Begitu seterusnya hingga seluruh bagian tubuh kita rasakan atau kita beri energi baik.

Tak masalah dari mana kita mulai atau dimana kita berhenti, yang penting lakukan dengan mantap dan jauhi keragu-raguan. Sehingga tidak muncul energi kekuatiran atau keraguan.

Menyenangkannya mengikuti kelas meditasi adalah karena semua itu dilakukan bersama-sama dan kita mendapat arahan ke bagian mana saja pikiran harus kita arahkan.

Bukankah energi mengikuti pikiran kita? jadi dengan memancarkan pikiran yang sadar dan bijaksana tadi sama halnya kita menyalurkan energi baik atau energi positif ke seluruh bagian tubuh yang tentunya juga akan menimbulkan efek positif.

Setelah sesi itu, tibalah waktunya mengobati penyakit sendiri. Caranya sama. Pertama-tama kita konsentrasi pada keluar masuknya napas. Selanjutnya arahkan pikiran yang sadar dan bijaksana ke bagian tubuh yang sakit.

Mungkin setelah beberapa detik kita rasakan lalu muncul rasa gatal, sakit, sesak atau mungkin napas jadi tersengal-sengal. Kembalilah mengikuti keluar masuknya napas. Setelah napas kembali normal, pikiran bisa kembali kita pindahkan ke bagian yang sakit. Apakah kini rasa sakitnya berkurang atau bahkan bertambah? Rasakan terus dengan pikiran sadar dan bijaksana.

Memang harus sabar sekali, tetap lakukan hal itu berulang-ulang sehingga seluruh energi tercurah untuk mengobati bagian yang sakit tadi, karena diantar oleh pikiran yang sadar dan bijaksana.

Selanjutnya energi itu akan membantu tubuh memproses, mengubah metabolisme, sehingga akhirnya terjadi penyembuhan penyakit. Meskipun latihan ini sepertinya mudah dan bisa dilakukan sendiri, tapi jauh lebih baik jika Anda mengikuti kelas meditasi, jadi ada guru yang membimbing. Apalagi jika penyakitnya tergolong kronis.

Jadi sampai di sini dulu cerita kali ini, yaitu tentang mengatasi stres dan penyakit dengan meditasi. Jadi tak perlu khawatir, tak ada mantra atau megic dalam pengobatan dengan meditasi ini. Semoga bermanfaat. IN

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *