Mengatasi fobia, depresi, hingga menjadi kaya dengan SEFT

Pernah nggak sih melihat sendiri orang yang memiliki gangguan fobia? Bagi yang belum tahu, fobia adalah rasa takut yang berlebihan terhadap sesuatu. Sesuatu itu bisa berupa tempat, situasi, binatang atau benda tertentu yang terkadang sifatnya biasa saja dan tak ada bahayanya sama sekali, misalnya saja karet gelang, bulu ayam, anak kucing, dll.

Orang lain seringkali bingung melihatnya, kok bisa ya takut sama benda biasa seperti itu? Tapi kenyataannya memang demikian. Penderita fobia bisa benar-benar ketakutan saat melihat benda-benda itu.

Penulis mempunyai teman seorang Ibu yang memiliki fobia terhadap anak kucing. Kalau melihat kucing dia biasa saja, tapi begitu melihat anak kucing langsung ketakutan setengah mati. Pernah dia pergi ke pasar dengan tujuan berbelanja. Di pintu pasar kebetulan ada anak kucing sedang bermain. Begitu melihatnya, dia langsung balik badan dan pulang secepatnya.

Rasa takut yang dirasakan penderita fobia bisa sangat ekstrim. Penulis pernah menemukan orang yang memiliki fobia terhadap luka berdarah. Melihat orang kecelakaan di jalan atau di TV langsung pingsan. Mendengar orang bercerita tentang kecelakaan berdarah-darah pingsan juga. Bahkan ketika dia sendiri terluka dan berdarah, saat memeriksa lukanya sendiri malah pingsan duluan.

Tersiksa sekali bukan memiliki gangguan fobia seperti itu? Untungnya gangguan seperti itu kini bukan hal yang sulit diatasi. Ada teknik yang bisa membantu penderita untuk mengatasinya sendiri tanpa harus berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Tekniknya mudah dan tak butuh waktu lama untuk mengobati fobia. Teknik apakah itu?

Emotional Freedom Technique atau EFT

Nama tekniknya yaitu EFT, yang merupakan singkatan dari Emotional Freedom Technique. Penulis awalnya mempelajari teknik ini dari Reza Gunawan dalam suatu pelatihan di klinik Prorevital, Cempaka Putih.

Menurut penjelasan Reza Gunawan saat itu, teknik ini ditemukan secara tak sengaja oleh seorang dokter dan hypnotherapist bernama Dr. Roger Calahan. Ceritanya, suatu saat Dr. Calahan didatangi penderita fobia bernama Mary.

Mary sejak kecil fobia terhadap air tanpa mengetahui sebabnya. Setiap melihat air dia bisa langsung tegang, keluar keringat dingin dan sulit bernapas. Setelah dewasa dan bekerja,  tiap hari Mary harus melewati sebuah danau dalam perjalanannya ke kantor dan Mary selalu melintasi danau dengan tubuh gemetaran.

Tak mau terus menderita, Mary lalu berkonsultasi dengan Dr. Calahan. Kebetulan Dr. Calahan memiliki kolam renang di tempat praktek. Ketika disuruh memandang kolam renang, Mary langsung tegang dan ketakutan, tapi lalu mengeluh sakit di lambungnya.

Dr. Calahan teringat literatur tentang akupunktur yang pernah dibacanya. Ia ingat bahwa medan energi bagian lambung memang terletak di sekitar pipi. Sambil meminta Mary melihat kolam renang, Dr Calahan lalu mengetuk titik akupuntur di sekitar pipi Mary selama satu setengah menit.

Tak lama kemudian Mary mengatakan bahwa sakit lambungnya sudah hilang. Pada saat yang sama fobianya terhadap air juga hilang. Dengan tenang Mary berjalan mendekati kolam tanpa takut, bahkan berani mencelupkan kakinya ke dalam kolam. Sejak itu fobianya hilang sama sekali.

Dr. Calahan lalu belajar akupunktur dan menemukan bahwa titik-titik akupunktur tak hanya mengatasi masalah fisik tetapi juga emosional dan psikologis. Dr. Calahan pun mengembangkan teknik pengobatan TFT (Thought Field Therapy) yang kemudian disederhanakan oleh muridnya, seorang Insinyur dari Stanford University bernama Gary Craig, menjadi EFT.

Hingga saat ini EFT terbukti efektif untuk mengatasi keluhan seperti fobia, nyeri, sakit kepala, kepanikan/kecemasan, trauma, depresi, dyslexia, amarah, alergi, ADD/ADHD, gangguan pola makan, bulimia, ketergantungan, tekanan darah, diabetes, sedih, rasa bersalah, mimpi buruk, takut berbicara di depan publik hingga takut ketinggian.

Posisi titik akupunktur untuk proses EFT
Posisi titik akupunktur yang diketuk saat proses penyembuhan dengan EFT, sumber gambar: hypnosis45.com

Terapinya mudah dan cepat

Proses terapi menggunakan EFT ini termasuk cepat dan efektif, juga tidak membutuhkan peralatan khusus, yang diperlukan hanya jari-jari tangan kita, terutama bagian telunjuk dan jari tengah.

Caranya begini:

  1. Tentukan masalah yang perlu diterapi lebih dulu,  masalahnya harus jelas dan spesifik
  2. Ukur sendiri berapa skala masalah itu bagi Anda dalam kisaran angka 0 sampai 10. Nol berarti tak ada masalah, angka 10 berarti masalah berat.
  3. Selanjutnya katakan ini: Meskipun saya  …. (sebutkan masalahnya, misalnya fobia saat melihat benda terbakar atau depresi karena kehilangan kekasih misalnya) tapi saya menerima diri saya dengan tulus dan ikhlas. Katakan kalimat itu sambil mengetuk titik-titik yang diterapi menggunakan jari tangan bagian telunjuk atau telunjuk dibantu dengan jari tengah. Ulangi langkah ini sampai 7-9 kali.
  4. Saat mengatakan kalimat itu dan mengetuk perlahan, batin/pikiran harus benar-benar fokus merasakan ketidaknyamanan yang sedang diterapi. Ini dia lokasi titik yang harus diketuk-ketuk perlahan:
  • Sudut pertemuan alis bagian dalam dengan hidung
  • Bagian lunak antara sudut mata dan batas rambut
  • Tepat di orbit mata bawah, di lekukan tulang pipi
  • Tepat di atas bibir bagian atas, di antara lekukan bawah hidung.
  • Bawah bibir, tepat di lekukan sebelum dagu
  • Lekukan di bawah tulang selangka, pada batas luar tulang dada
  • Ketuk sisi tubuh sekitar 2 inci di bawah ketiak, sejajar puting susu
  • Ketuk bagian tulang rusuk di bawah payudara dengan telapak tangan terbuka
  • Sudut kuku jari jempol bagian dalam
  • Sudut kuku jari telunjuk bagian dalam
  • Sudut kuku jari tengah bagian dalam
  • Sudut kuku jari kelingking bagian dalam
  • Gamut, ketuk bagian tulang lunak di punggung tangan, diantara jari manis dan kelingking.
  • Sisi telapak, ketuk pisau tangan di sisi telapak (karate chop).

Teknik EFT ini sudah sangat dikenal. Bila Anda merasa belum cukup jelas dengan keterangan di atas, silakan melihat video di youtube. Ketik saja keyword EFT tapping di bagian search dan pilih salah satu video yang Anda suka.

Di Indonesia, teknik ini lalu digabung dengan kekuatan doa oleh Ahmad Faiz Zainudin, sehingga namanya menjadi SEFT dan teknik ini pun menjadi semakin powerful.

Jadi caranya,  ketika melakukan proses tapping seperti dalam EFT, pada langkah ketiga kita harus mengatakannya seperti sedang berdoa seperti ini:  Ya Allah … meskipun saya  …. (masukkan masalahnya, contoh: fobia dengan air atau depresi karena kehilangan kekasih), saya menerima diri saya dengan tulus dan ikhlas.

Katakan kalimat itu sambil mengetuk titik-titik yang diterapi. Ulangi langkah ini sampai 7-9 kali.

Ketika melakukan tapping, saat menemukan lokasi dimana ketukan menimbulkan rasa nyeri, biasanya di situlah letak sumbatan yang mengganggu aliran medan energi kita.

Jadi kita perlu mengetuk di situ agak lama. Terkadang saat sumbatan terbuka, kita akan merasa lega sehingga menghela nafas.

Meng upgrade bawah sadar dengan seft untuk menjadi kaya

Ide yang ini baru saya temukan dari sebuah postingan yang beredar di WA dan ditulis oleh dr. Sigit S. Saya tidak kenal beliau, namun saya menyukai idenya. Akan saya tulis ulang di sini namun dengan gaya bahasa saya.

Mungkin Anda sudah pernah membaca bahwa menurut teorinya, bila selama ini kita sudah berusaha keras untuk menjadi kaya namun terus gagal, kemungkinan masalahnya ada di alam bawah sadar kita.

Pikiran adalah energi. Apa yang paling sering kita pikirkan itulah yang biasanya paling sering terjadi karena akhirnya akan tertanam di alam bawah sadar dan menjadi program hidup kita. Jadi program bawah sadar ini sangat kuat efeknya di dalam hidup kita.

Sayangnya program yang tertanam di alam bawah sadar itu tidak semuanya positif. Apalagi program yang sudah tertanam sejak kita masih kecil, yang kita sendiri tidak paham bahwa program itu ada. Bisa jadi asalnya dari keyakinan orang-orang di sekeliling kita.

Program itulah yang sering menjegal kesuksesan dan membuat orang sulit kaya. Program itu biasanya berakar dari keyakinan-keyakinan yang salah pada uang dan kekayaan akibat cara pengajarannya atau cara menerimanya yang salah.

Misalnya saja kata-kata bahwa orang kaya kelak akan dihisab lebih lama, harta tak akan dibawa mati, atau bahwa nabi Muhammad dulu juga sering kelaparan. Kata-kata itu memang benar, namun sebenarnya gunanya untuk memberi penghiburan kepada yang miskin supaya tetap berbesar hati.

Ketika kata-kata itu diterima dengan cara yang salah, bisa saja berbalik menjadi keyakinan yang juga salah. Akhirnya justru membuat orang meyakini bahwa menjadi orang miskin itu jauh lebih baik dan lebih mulia daripada menjadi orang kaya. Atau bahwa orang miskin itu pasti lebih baik hati daripada orang yang kaya. Akibatnya membuat orang menjadi betul-betul miskin.

Kenyataannya orang miskin dan orang kaya itu sama saja, ada yang baik hati, ada juga yang jahat. Yang pasti, untuk beramal dan berbuat baik pun kita perlu uang. Untuk menunaikan rukun islam yang ke lima pun dibutuhkan uang tak sedikit karena kita tak tinggal di Arab seperti Nabi.

Memang beramal tidak harus dengan uang, bisa saja dengan senyuman atau membagi ilmu, namun Anda pasti akan sedih saat menemukan orang  yang benar-benar kesusahan tapi tak sanggup membantu karena tak ada uang.

Anda juga tidak bisa menjadi zuhud saat berada dalam posisi miskin, karena orang akan memandangnya sebagai suatu keterpaksaan. Orang yang zuhud adalah orang yang berkecukupan namun memilih kesederhanaan. Sementara orang yang miskin biasanya tak punya pilihan.

Bahwa harta tak dibawa mati itu pun tak sepenuhnya benar. Harta itu bisa kita bawa mati tapi caranya dengan “dititipkan” kepada fakir miskin, anak yatim, atau kaum kerabat yang masih membutuhkan. Kelak di akherat, kita akan menemuinya lagi dalam bentuk amal ibadah yang akan sangat menolong kita di sana.

Lagi pula kaya itu sifatnya relatif. Tidak setiap orang harus memiliki uang 1 T untuk bisa merasa kaya. Ketika bisa hidup berkecukupan, memiliki kebebasan untuk memilih banyak hal, atau memiliki banyak hal yang bisa disyukuri pun banyak orang sudah merasa kaya.

Nah, disinilah pentingnya meng upgrade alam bawah sadar kita, yaitu menghilangkan mentalitas takut kaya dengan menggunakan SEFT.  Karena cara ini lebih singkat.

Caranya sama saja, tinggal ikuti saja prosedur di atas. Hanya saja kata-katanya kita ganti sesuai dengan keyakinan salah kita selama ini, misalnya saja:

Ya Allah Ya Tuhanku, meskipun saya takut menjadi kaya karena takut menyalahi yang dicontohkan nabi, namun saya ikhlas dan pasrah sepenuhnya kepada Mu.

Ya Allah Ya Tuhanku, meskipun saya takut menjadi kaya karena khawatir dihisab lebih lama, namun saya ikhlas dan pasrah sepenuhnya kepada Mu.

Ya Allah Ya Tuhanku, meskipun saya takut menjadi kaya karena uang tak dibawa mati, namun saya ikhlas dan pasrah sepenuhnya kepada Mu.

Ya Allah Ya Tuhanku, meskipun saya takut menjadi kaya karena uang bisa menjadi sumber kejahatan, namun saya ikhlas dan pasrah sepenuhnya kepada Mu.

Ya Allah Ya Tuhanku, meskipun saya takut menjadi kaya karena uang bisa merusak keimanan, namun saya ikhlas dan pasrah sepenuhnya kepada Mu.

Begitu seterusnya. Temukan keyakinan salah yang ingin di hilangkan. lalu lakukan tapping seperti diatas. Tidak sulit bukan?

Jadi penggunaan Seft ini bisa sangat luas, selain untuk mengatasi fobia, depresi, stres, mentalitas takut kaya, bisa juga untuk mengatasi rasa malas, kemarahan, dan masalah-masalah lainnya.

Jadi begitulah cara mengatasi fobia, depresi hingga menjadi kaya dengan SEFT ini. Semoga bermanfaat. IN

Catatan: sumber gambar dalam featured image: reposisihati.blogspot.com

Pencarian dari Google :

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *