Pengalaman mengatasi kaki kebas dengan terapi alami

Terapi kaki kebas dengan tusuk jarum

Ada yang pernah mengalami kaki kebas? Penulis tadinya nggak paham betul apa maksudnya kebas, sampai Ibu penulis  menjelaskan bahwa kebas maksudnya tidak terasa apa-apa, tidak bisa merasakan adanya kaki, bahkan saat dicubit. 

 

Ibu penulis pernah mengalami kaki kebas. Semuanya berawal belasan tahun yang lalu, ketika Ibu habis naik motor dan sedang berusaha menstandardkan motornya. Mungkin karena meleset, usahanya  gagal sehingga motornya malah oleng.

Ibu lalu mengerahkan tenaganya, berusaha menahan supaya motornya tidak jatuh. Hanya itu yg terjadi saat itu. Tapi nampaknya itu suatu kesalahan fatal.

Hari itu Ibu tidak mengeluhkan apapun. Namun malam harinya saat sedang tidur tiba-tiba Ibu terbangun. Bagian kakinya, yaitu bagian antara jempol dan jemarinya tiba2 terasa nyeri bagai disilet.

Terapi suntik dan akupunktur

Rasa nyeri itu terjadinya hanya sebentar, tapi selanjutnya fatal. Kaki Ibu terasa lemas dan tak bisa berjalan lagi. Bapak lalu membawa Ibu ke dokter di Semarang. Dokter saat itu memberikan suntikan di kaki Ibu hingga 55 kali. 

Setelah diterapi suntik oleh dokter, Ibu bisa kembali berjalan, tetapi kakinya menjadi kebas. Beliau tak bisa lagi merasakan kakinya. Ibu mencoba mendatangi tukang urut, pijat syaraf, tapi belum bisa menghilangkan kebasnya.

Dua bulan yang lalu, seorang adik saya yg tinggal di Bandung bercerita tentang pengobatan tusuk jarum dan meminta ibu mencobanya.

Kebetulan ibu dan penulis sedang di Bogor menghadiri acara lamaran seorang keponakan. Karena merasa tertarik, setelah selesai acara kami langsung berangkat ke Bandung.

Ternyata ahli akupunktur nya seorang Ibu yang ramah dan menyenangkan. Namanya Ibu Wayan, asalnya dari Bali. Dia memeriksa dengan seksama lalu menjelaskan terapi yang akan dilakukan.

Jadi Ibu akan mendapat terapi tusuk jarum untuk satu sesi yang terdiri dari 11 kali terapi. Ibu pun setuju dan selama sebelas hari berturut-turut beliau datang ke tempat terapi. Terapinya hanya sebentar, namun harus dilakukan setiap hari.

Mulanya ngeri juga melihat jarum2 akupunktur itu. Namun setelah merasakan terapi jadi nggak takut lagi. Setelah tiga hari diterapi mulai terasa ada perubahan. Lama kelamaan Ibu mulai bisa kembali merasakan kakinya. 

“Aku sekarang bisa merasakan lagi kalau punya kaki” begitu kata Ibu. Rupanya Bu Wayan telah berhasil menghilangkan kebas di kaki Ibu. Tapi Ibu Wayan masih menyarankan terapi lanjutan supaya benar-benar tuntas penyembuhannya.

Terapi jalan kaki

Nah, supaya infonya lebih kaya, penulis akan menceritakan tentang kasus kaki kebas lainnya. Kali ini pengalaman Bu Turi, seorang ibu dari Banyumas yang merantau ke Bandung dengan bekerja sebagai tukang urut. Waktu itu penulis bertemu dia saat sedang mengalami kelelahan kronis (halah) … dan membutuhkan tukang urut. 

Bu Turi juga pernah kebas kakinya, kejadiannya menurut beliau kira-kira 2 tahun yang lalu. Saat itu dia sedang ke kamar mandi. Tiba-tiba saja kaki kanannya terasa nyeri sekali seperti kena silet sehingga dia terjatuh dan selanjutnya tak bisa bangun lagi seolah langsung menjadi lumpuh.

Suami Bu Turi lalu membawanya ke dokter. Menurut dokter, Bu Turi telah mengalami stroke ringan. Setelah di rawat di rumah sakit,  selanjutnya Ibu Turi kembali bisa berjalan, namun kakinya sejak itu menjadi kebas.

Menurut dokter, Bu Turi harus rajin berjalan-jalan setiap pagi kalau ingin sembuh. Meskipun agak segan karena tak terbiasa, Bu Turi mau menuruti nasehat dokter dan ternyata dalam waktu dua tahun kakinya kembali normal. 

Jadi begitulah ceritanya, Ibu penulis mengobati kaki kebas dengan tusuk jarum sementara Ibu Turi mengatasi kaki kebas cuma dengan jalan santai. Sama-sama keluhan kebas ternyata jalan penyembuhannya bisa berbeda.

Ibu penulis selama bertahun-tahun terbiasa jalan pagi karena punya keluhan jantung. Tapi jalan paginya tak menyembuhkan kebasnya. Jadi beliau harus menjalani tusuk jarum supaya sembuh dari kaki kebas. Sementara Bu Turi yang tidak terbiasa jalan santai setiap pagi justru sembuh dari kebasnya setelah secara rutin jalan santai. 

Bagaimana dengan sobat semua? Pernah mengalami kebas juga? Mari share ceritanya di bagian komentar. IN

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *