Mengenali Gejala Penyakit Jantung


 

serangan jantung diantaranya ditandai dengan rasa nyeri di dada sebelah kiri (sumber foto: wartakesehatan.com)

Serangan jantung hingga saat ini masih merupakan penyebab kematian utama di seluruh dunia. Jadi, minimalkan faktor risikonya dengan pola hidup sehat, dan kenali gejalanya.

Serangan jantung bisa terjadi akibat tersumbatnya aliran darah yang menuju ke bagian otot jantung. Jika sel-sel otot jantung tidak mendapatkan aliran darah selama beberapa menit, maka akan segera terjadi kerusakan akibat kekurangan oksigen.

Semakin lama sel-sel otot jantung tidak mendapatkan oksigen, maka kerusakan jantung akan semakin parah dan bisa timbul komplikasi yang membahayakan jiwa penderita. Karena itu, bila merasa mengalami gejala-gejala serangan jantung, penderita harus dilarikan secepatnya ke rumah sakit.

Di sinilah perlunya untuk secepatnya mengenali gejala serangan jantung. Kecepatan penderita untuk mendapatkan pertolongan sangat menentukan upaya pemulihan.

 

Penyebab serangan jantung

Pada umumnya, penyakit jantung terjadi jika arteri koroner yang bertugas untuk memasok darah, oksigen, dan zat gizi untuk jantung menyempit karena tersumbat oleh plak hasil penumpukan kolesterol dan lain-lain di dalam dinding arteri.  Gejala ini disebut atherosklerosis.

Akibatnya, aliran darah yang menuju jantung pun berkurang sebagian,  sehingga kemungkinan penderita saat itu mengalami nyeri di dada (angina) atau gangguan irama jantung. Namun rasa nyeri di dada itu akan menghilang jika penderita beristirahat.

Saat arteri koroner sudah betul-betul tersumbat akibat penumpukan plak semakin tebal atau karena gumpalan-gumpalan bekuan darah (thrombosis), maka aliran darah menuju jantung pun terhenti dan terjadilah serangan jantung.

Saat itu rasa nyeri yang dialami penderita semakin parah. Rasa nyerinya tidak hilang walaupun penderita sudah beristirahat.

 

Awalnya biasa saja

Gejala awal serangan jantung, pada umumnya tidak dirasakan oleh penderita.  Biasanya hanya berupa tingginya kadar kolesterol atau tingginya tekanan darah yang kebetulan diketahui pada saat  pemeriksaan kesehatan. Itulah indikasi awal dari kemungkinan akan terjadinya serangan jantung yang perlu diwaspadai.

Pada tahap selanjutnya, sering terjadi nyeri dada karena angina. Dada terasa seperti diremas, rasa nyerinya pun menjalar hingga ke bahu, leher, rahang, hingga lengan (biasanya yang sebelah kiri). Hal itu biasanya terjadi akibat stres emosional atau aktivitas fisik yang membutuhkan tenaga. Umumnya gejala itu akan hilang jika penderita beristirahat.

Pada gejala angina yang lebih parah atau gejala serangan jantung yang akut, rasa nyeri di dada biasanya disertai oleh keluhan lainnya seperti  sesak napas, mual, muntah, jantung berdebar, keringat dingin, pusing dan gelisah.

Namun demikian, serangan jantung juga bisa terjadi secara diam-diam, seolah tanpa gejala sama sekali. Bisa juga terjadi gejala, tetapi tidak dirasakan oleh penderita, akibat tingginya ambang rasa nyeri si penderita.

 

Lebih baik mencegah daripada mengobati

Selain mengenali gejala serangan jantung, tindakan pencegahan tentu diperlukan. Jauh lebih baik mencegah daripada harus mengobati setelah terjadi serangan jantung.

Terjadinya penyakit jantung bisa dipicu oleh adanya sejumlah faktor risiko. Jadi cara mencegahnya yaitu dengan mengetahui faktor risiko penyakit jantung  lalu  berusaha mengurangi risiko itu.

Beberapa faktor risiko penyakit jantung yaitu adanya sejarah penyakit jantung dalam keluarga, kebiasaan merokok, kegemukan, tingginya kadar kolesterol darah, tingginya tekanan darah, kurang gerak, tingkat stres yang tinggi, kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol.

Jadi bila pada diri kita terdapat faktor-faktor risiko itu, berusahalah menguranginya. Mulailah dengan berhenti merokok, lalu berusahalah menormalkan berat badan, kolesterol dan tekanan darah. Selanjutnya biasakan untuk berolahraga, kelola stres dengan baik, serta hindari minuman beralkohol. IN

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *