Minyak Kutus-Kutus

Khasiat minyak kelapa asli dan 49 jenis tanaman herbal

Sobat semua pasti sudah tidak asing lagi dengan produk herbal yang satu ini. Setidaknya mungkin pernah mendengar tentang minyak oles dari Bali yang satu ini atau malah sudah mencoba sendiri khasiatnya?

Minyak kutus-kutus

Herbal minyak kutus kutus

Kalau hanya mendengar cerita atau membaca di blog-blog mungkin masih ragu, tapi bagaimana kalau mencobanya langsung?

Setidaknya ini pengalaman penulis sendiri. Waktu pertama mendengar tentang minyak kutus-kutus cuma didengar sepintas. Belum ada ketertarikan sama sekali. Malas saja rasanya menggunakan produk yang berupa minyak oles begini.

Sampai suatu saat penulis sedang berada di tempat adik di Surabaya lalu mengalami insomnia. Maklum hobi ngetik-ngetik, kalau malam hari pikiran cenderung kelewat aktif dan seringkali bikin susah tidur. Nah, karena kuatir masuk angin jadi nekat balur-balur minyak kutus-kutus di bagian tengkuk, sepanjang tulang belakang, telapak dan jari kaki.

Aroma rempahnya ternyata begitu menenangkan. Baru dipakai sebentar mata sudah terasa mulai mengantuk, Lama kelamaan tertidur nyenyak. Heran juga, biasanya kalau tidak bisa tidur begitu, bisa sampai menjelang subuh baru mata bisa terpejam.

Ternyata khasiatnya banyak sekali

Sejak itu penulis jadi penasaran, mulai bertanya-tanya kepada yang sudah lama memakai, juga membaca-baca tentang minyak kutus-kutus ini.

Bisa jadi karena bahan dasarnya dari 49 jenis herbal berkhasiat, sehingga minyak ini bisa membantu penderita berbagai jenis penyakit. Mulai dari meriang, alergi, mium, sinusitis, pegal-pegal karena diabetes, hingga penyakit kronis seperti tumor dan kanker.

Teman kuliah penulis yang tinggal di Banyuwangi, sejak alerginya sembuh karena menggunakan minyak kutus-kutus, kini bahkan membuka Depo Minyak kutus-kutus di daerahnya.

Adik penulis, tak perlu ditanya lagi, tampaknya dia selalu menggunakan minyak kutus-kutus untuk segala ketidaknyamanan yang dialaminya. Benarkah minyak kutus-kutus segitu ampuhnya sehingga bisa mengobati segala penyakit?

Bagaimana minyak kutus-kutus menyembuhkan penyakit

Menurut detikhealth.com, minyak herbal kutus-kutus ini awalnya diracik sendiri oleh Servasius Bambang Pranoto pada tahun 2012. Ketika itu dia mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan yang dialaminya pada tahun 2011. Setelah diobati dengan menggunakan minyak kutus-kutus hasil ramuannya, ternyata kelumpuhannya membaik.

Selanjutnya atas saran dari rekan-rekan Bambang Pranoto yang juga bisa sembuh dari penyakitnya setelah menggunakan minyak kutus-kutus ini secara teratur, begitu juga ibu, kakak, dan adiknya, maka minyak herbal ini lalu dijual secara komersil.

Menurut detikhealth.com, dalam wawancaranya Bambang Pranoto juga menjelaskan bahwa minyak kutus-kutus sebenarnya tidak menyembuhkan penyakit secara langsung. Khasiat minyak ini adalah merangsang tubuh untuk menyembuhkan diri sendiri.

Bagi sobat yang sering belajar pengobatan alami, tentunya sudah paham bahwa tubuh manusia secara alami memang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri. Beberapa bahan, memang bisa membantu tubuh dengan cara memicu atau mempermudah terjadinya proses penyembuhan.

Untuk masalah keamanan produk, tampaknya konsumen tidak perlu khawatir karena minyak kutus-kutus sudah terdaftar di Badan POM. Selain itu juga telah terbukti halal karena sudah mendapatkan sertifikat halal dari MUI.

Hati-hati, pastikan membeli yang asli

Sebagaimana biasa, saat suatu produk tampil fenomenal, maka akan muncul pula edisi palsunya dengan harga yang jauh di bawah harga pasar (harga konsumen produk yang asli adalah rp.230.000 hati-hati dengan produk yang dijual sangat murah).

Sayang sekali bukan kalau sudah membeli dan membalur-balur ternyata tidak ada khasiatnya? Lebih baik membeli di agen, depo atau langsung ke pusatnya dengan harga konsumen yang resmi. Bagi pembaca blog yang berminat dapat juga menghubungi 081310016498 untuk pemesanan.  Semoga bermanfaat. IN

Herbal minyak kutus kutus
Minyak kutus-kutus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *