Pengalaman mengatasi benjolan

Benjolan di sekitar leher, berbahayakah?

Apakah sobat pernah menemukan benjolan di sekitar leher? Tumbuhnya benjolan secara tiba-tiba di tempat yang tak semestinya biasanya memang membuat risau dan cemas. Begitu juga yang belum lama ini penulis alami.

Entah kapan mulainya, suatu hari muncul benjolan di sekitar leher. Ukurannya tak sampai sebesar kelereng tapi lebih besar dibandingkan jerawat pada umumnya. Karena tidak terasa sakit dan tidak terlihat tumbuh membesar, maka penulis pun membiarkannya.

Namun setiap melihat cermin benjolannya kelihatan dan rasanya mengganggu pemandangan. Namanya benjolan yang tak pada tempatnya, tentu saja tak enak dilihat. Selain itu keluarga yang melihat juga bertanya-tanya, kenapa kok sampai ada benjolan di leher?

Sebenarnya ini bukan yang pertama kalinya penulis menemukan benjolan seperti itu. Beberapa tahun yang lalu juga sudah pernah mengalaminya. Ketika itu orang tua mengatakan kalau di kampung benjolan kecil seperti itu cukup dipencet saja setiap hari nanti lama-kelamaan akan kempes lalu hilang sendiri.

Waktu itu penulis langsung mencobanya. Kebetulan benjolannya agak lunak jadinya mudah dipencet-pencet dan memang hanya dalam waktu beberapa hari kempes lalu lama kelamaan hilang begitu saja. Itu juga yang membuat penulis tidak khawatir ketika kembali menemukan benjolan.

Namun kali ini benjolannya benar-benar keras. Apakah bisa dihilangkan dengan cara dipencet saja setiap hari? Kelihatannya tidak mungkin. Tapi tak ada salahnya dicoba bukan? Akhirnya penulis pencet juga benjolan itu setiap hari meskipun kelihatan tidak ada efeknya.

Ternyata setelah dipencet terus-menerus setiap hari selama beberapa minggu,  lama kelamaan menjadi lembek juga, setelah menjadi lembek suatu hari tiba-tiba pecah dan mengeluarkan cairan berlemak. Akhirnya, selesai juga, pikir penulis lega.

Tapi rupanya masalah belum selesai sampai disitu. Sehari pecah, hari berikutnya muncul lagi benjolan lebih kecil di tempat yang sama. Penulis terus memencetnya dengan sabar setiap hari. Ehh… lama kelamaan kembali pecah, lalu mengering.

Kali ini penulis cepat-cepat mengoleskan obat herbal untuk mengatasi luka dan memastikan luka itu cepat mengering. alhamdulillah, kali ini benar-benar tak muncul lagi benjolannya.

Benjolan yang berbahaya

Nampaknya penulis memang beruntung karena benjolan di leher selama dua kali itu bukan jenis yang berbahaya. Karena pada umumnya kita tahu bahwa benjolan bisa saja merupakan awal terjadinya kanker atau tumor. Tentu saja tak ada yang ingin mengalaminya bukan?

Namun biasanya benjolan yang termasuk berbahaya mengalami pertumbuhan yang terus membesar, atau menimbulkan rasa sakit. Walaupun benjolan yang tak terasa sakit juga bukan berarti selalu aman. Untuk mengetahui secara pasti, paling bagus memang sebaiknya segera diperiksakan ke rumah sakit.

Benjolan yang termasuk berbahaya pernah juga penulis alami sebelumnya, tapi terjadinya sudah cukup lama, lebih dari 10 tahun yang lalu. Waktu itu posisinya bukan di leher namun dibagian paha. Benjolannya mulanya kecil lalu lama kelamaan membesar hingga menjadi sedikit lebih besar dari kelereng.

Saat mulai membesar itulah penulis lalu memeriksakan diri ke sebuah rumah sakit swasta yang cukup bagus. Setelah diperiksa dengan seksama, dokter mengatakan bahwa itu adalah tumor dan sebaiknya secepatnya dioperasi.  Penulis pun setuju, lalu menentukan jadwal operasi supaya tidak bentrok dengan pekerjaan kantor.

Nah, saat menunggu waktu operasi itulah penulis bertemu adik dari luar kota. Waktu mendengar penulis menderita tumor dia berkata kalau belum lama ini ada seorang temannya yang sembuh dari tumor setelah makan daun sambung nyawa sebagai lalapan.

Penulis lalu bertanya seperti apa daun sambung nyawa itu, maka adik penulis pun membawakan cukup banyak. Penulis lalu mulai makan daun sambung nyawa itu sebagai lalapan sebanyak  tujuh lembar setiap kali makan tiga kali sehari. Untung stok daunnya cukup banyak dan bisa disimpan di dalam kulkas.

Mencoba khasiat daun sambung nyawa

Setelah dua minggu lebih makan daun sambung nyawa secara rutin, ternyata benjolannya malah membesar sehingga membuat penulis merasa cemas. Dari sedikit lebih besar dari kelereng lalu menjadi sebesar bola tenis tentu membuat panik dan cemas.

Walaupun begitu setelah dipikir-pikir, penulis memilih tetap melanjutkan makan daun sambung nyawa dengan tenang. Toh tanggal operasi sudah ditetapkan, jadi tak ada yang perlu dikhawatirkan bukan?

Rupanya setelah membesar, benjolannya ternyata menjadi lemas dan lama kelamaan pecah sendiri seolah sel-selnya membusuk dan mati. Akhirnya yang tersisa hanyalah sisa kulitnya yang menggantung di paha.

Penulis lalu ke dokter dan dokter pun memotong sisa kulit itu dan menjahit lukanya. Alhamdulillah ternyata masalah selesai dengan begitu saja tanpa harus dioperasi. Nampaknya daun sambung nyawa memang bagus untuk mengatasi benjolan.

Jika daun sambung nyawa sulit didapat lalu bagaimana? Ternyata ada juga lho daun lain yang bagus juga untuk mengatasi benjolan, yaitu daun sirsak. Penulis pertama mendengar manfaat daun sirsak karena di komplek tumbuh pohon sirsak yang daunnya selalu dipetiki orang.

Waktu itu penulis mendengar dari tukang sayur yang mangkal tak jauh dari pohon itu bahwa banyak orang yang menggunakan daun sirsak itu sebagai obat. Salah satunya untuk mengatasi benjolan. Ternyata akhirnya penulis berkesempatan melihat sendiri bagaimana daun sirsak menyembuhkan benjolan di sekitar leher dan pipi.

Mengatasi benjolan dengan daun sirsak

Kebetulan orang yang mengalami tumbuh benjolan di dekat leher dan pipi adalah mantan asisten rumah tangga ibu saya. Kebetulan waktu itu penulis dengan saudara-saudara sedang pulang kampung dan bertemu dengan mantan art ibu.

Mantan art itu terlihat sedih karena di sekitar pipi dan lehernya muncul benjolan kecil-kecil yang berjumlah banyak. Dokter mengatakan bahwa dia harus dioperasi tapi tampaknya dia ketakutan menghadapi operasi yang harus dijalaninya.

Akhirnya adik penulis lalu menyarankan untuk mencoba minum air rebusan daun sirsak. Kabarnya banyak orang yang sembuh dari benjolannya setelah minum air rebusan daun sirsak. Jadi tak ada salahnya mencoba sambil menunggu jadwal operasi.

Setelah itu, kami semua kembali ke kota tempat tinggal masing-masing dan baru beberapa bulan kemudian bisa kembali lagi ke kampung halaman. Saat itulah kami mendapat kabar bahwa ternyata mantan art ibu akhirnya tidak jadi dioperasi karena benjolannya hilang sendiri setelah dia rutin minum air rebusan daun sirsak.

Sambil tersenyum bahagia, mantan art ibu mengucapkan terima kasihnya. Menunjukkan leher dan pipinya yang sudah kembali bersih dari benjolan.

Khasiat dedaunan di sekitar kita memang tak bisa di sepelekan bukan? Namun begitu tentunya tidak dianjurkan untuk sembarangan menggunakan tanaman obat untuk terapi diri sendiri. Paling bagus saat menemukan benjolan yang tak pada tempatnya memang segera diperiksakan ke rumah sakit. Semoga bermanfaat. IN

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *