Sembuh dari Kecetit dengan Terapi Alami

Hanya mereka yang pernah kecetit yang paham seperti apa rasa sakitnya

Pernahkah Anda mengalami kecetit/kejetit? Bila belum semoga jangan pernah, karena rasanya sungguh tidak enak.  Saya juga tak pernah ingin mengalami, tapi siapakah kita yang merasa bisa menolak datangnya sakit?

Kejadiannya sungguh tak terduga. Saya yang lagi senang-senangnya ngeblog seringkali tidak sadar sudah duduk berjam-jam di depan laptop dan juga tidak sadar kalau duduknya tak selalu dalam posisi yang benar.

Dua minggu yang lalu, sebenarnya saya sedang dalam keadaan lelah karena baru pulang mudik. Namun dengan penuh semangat sudah langsung bekerja di depan laptop tanpa ingat waktu.

Rasa capek dan pegal seolah sudah tidak terasa lagi begitu menatap layar monitor. Setelah semalam asyik mengetik, paginya bermaksud mulai lagi, tetapi entah mengapa rasanya ingin memasak sesuatu dulu.

Padahal kalau sedang asyik begitu biasanya lebih memilih membeli makanan matang daripada masak sendiri. Namun hari itu saya langsung saja ke dapur sambil memegangi pinggang belakang yang seolah baru terasa pegalnya.

Ditengah-tengah kesibukan meracik masakan, ketika sedang berusaha menjangkau sesuatu itulah semuanya terjadi.

Saat itu tangan kanan saya sudah terulur, tetapi badan rasanya masih malas-malasan untuk bergerak. Entah bagaimana, tiba-tiba saja ada satu bagian dalam pinggang yang seolah mengunci sehingga badan saya lalu menjadi kaku tak bisa lagi digerakkan. Kemudian lutut mendadak lemas dan tak lagi mampu menopang badan, tanpa ampun tubuh saya pun jatuh terbanting ke ubin.

Saat itu otak rasanya membeku, saya masih tak menyadari apa yang sedang terjadi dan berusaha bangkit lagi, tapi ternyata tidak bisa. Jangankan untuk berdiri, untuk duduk saja tidak bisa. Rasanya seluruh tubuh saya lemas dan nyeri.

Akhirnya entah bagaimana caranya saya bisa mencapai kamar tidur dan berbaring. Sesaat saya shock karena tak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya. Rasanya ingin menangis dan menjerit yg keras. Bagaimana bisa, saya yang senang pergi ke sana kemari tiba-tiba tak mampu bangkit dan berjalan lagi.

Tapi untungnya rasa ingin tahu apa yang sedang terjadi lebih  mendominasi, sehingga saya tak melakukan semua itu dan segera terpikir untuk bertanya Mbah Google apa yang sedang terjadi.

Karena yang paling terasa adalah nyeri di bagian pinggang, maka saya pun browsing di google. Diantara semua penyakit, yang paling saya takutkan adalah sakit ginjal, maka saat browsing hal itulah yang langsung saya tanyakan.

Benarkah saya sakit ginjal? Apakah nyeri di pinggang selalu berarti sakit ginjal? Untungnya sebuah tulisan di kompas dot com meredakan kecemasan saya. Di situ dijelaskan bahwa rasa sakit akibat sakit ginjal rasa nyerinya cenderung menetap. Jika rasa nyeri itu hilang saat posisi tubuh berubah maka bisa jadi itu hanya nyeri sendi.

Terapi sendiri dengan Jin Shin Jyutsu dan senam

Setelah blog walking, barulah saya sadar sedang mengalami kecetit/kejetit. Rasanya mirip orang keseleo tetapi di pinggang. Hal yang melegakan saya, karena menurut yang saya baca, kecetit masih lebih mudah diobati dibandingkan dengan saraf kejepit.

Setelah mulai paham masalahnya, saya jadi ingat suatu saat pernah belajar jin shin jyutsu, yaitu seni pengobatan dari Jepang yang bisa menghilangkan nyeri dan rasa sakit dengan cara mengharmoniskan bagian tubuh yang sakit. Untuk sementara saya sibuk dengan terapi JSJ untuk menghilangkan nyeri.

Setelah itu, dari blog artyakinanthi, saya mendapatkan gerakan-gerakan senam yang didapat mama Kinan dari dokter, yang berfungsi membantu penderita cedera otot (terima kasih banyak ya Mama Kinan sudah share gerakan senam itu karena membantu sekali).

Saya pasang gambarnya di bawah ini supaya jelas, dan siapa tahu ada yg perlu. Bila masih kurang jelas bisa mengunjungi langsung blog artyakinanthi wordpress dot com.

Gerakan senam untuk penderita cedera otot
Gerakan senam penyembuhan saat otot cedera (sumber: artyakinanti.wordpress.com)

Akhirnya sambil menahan sakit dan nyeri,  saya pun mulai mempraktekkan gerakan senam ini mulai dari yang mudah bagi saya saat itu.

Hasilnya lumayan, sehari kemudian saya mulai bisa duduk walau dengan meringis kesakitan dan hanya bertahan beberapa menit. Walau begitu, latihan tetap saya lanjutkan dengan penuh semangat.

Besoknya saya bisa duduk sedikit lebih lama, tetapi ketika berusaha berdiri tegak tetap belum bisa. Berdirinya hanya bisa sambil membungkuk seperti nenek-nenek yang sudah renta.

Ahhh … saya masih yakin pasti nantinya akan bisa berdiri dan berjalan dengan normal, namun sepertinya bakalan lama sekali. Akhirnya di sore hari, ketika kakak menelpon dan mengajak mendatangi tempat terapi pijat patah tulang Cimande, saya pun langsung setuju.

Terapi pijat patah tulang Cimande ini sebenarnya tak hanya ada di Bogor, di Jakarta juga ada dan sudah terkenal, yaitu terapi pijat patah tulangnya Haji Naim. Karena kakak tinggal di Bogor maka supaya mudah dia mengajak ke terapi pijat patah tulang di Bogor saja.

Di tempat pijat patah tulang itu saya meringis kesakitan. Pijatnya benar-benar sakit. Menurut pemijatnya, seharusnya saya langsung datang begitu kejadian sehingga terapinya mudah dan tidak terasa sakit. Karena sudah dua malam, pijatnya lebih sulit sehingga saya juga merasa lebih sakit.

Meskipun sakit sekali namun saya bersyukur karena pulangnya sudah bisa langsung berdiri tegak, tentu saja masih dengan menahan sakit, nyeri dan ngilu. Selain pinggang keseleo, pinggul juga jatuh terbanting ke ubin, jadi pastilah ada memar-memar yang butuh waktu untuk sembuh, belum lagi bekas pijatannya.

Saya tidak memotret tempat terapi pijat itu karena saat itu masih terlalu sakit untuk memotret. Namun jika dibandingkan dengan tempat terapi pijat terapi patah tulang haji Naim di jakarta sepertinya tempatnya kalah representatif. Pijatnya sendiri mungkin tak jauh berbeda … sakitnya … hihihi ..

Obat herbal yang berkhasiat

Dua hari berikutnya, badan masih juga terasa lemas, nyeri dan ngilu. Seharusnya saya terapi pijat sekali lagi supaya benar-benar tuntas, tetapi kalau mengingat kembali rasa sakitnya kok jadi segan kembali ke sana (jangan ditiru ya … ini tidak baik).

Kakak lalu menyarankan saya mengunjungi kebun tanaman obat yang ada di Bogor karena di sana ada aneka obat herbal, ada juga terapis bila ingin diobati.

Saya tahu tempat itu karena dulu sewaktu masih aktif sebagai wartawan sering sekali mewawancarai pemiliknya. Tempat itu bernama Taman Sringanis, sebuah kebun tanaman obat lengkap dengan klinik, toko obat herbal, dan kafe jamu.

Tempatnya asri dan telah banyak didatangi orang yang ingin belajar, berobat, atau sekedar membeli obat herbal. Sudah sering juga diliput oleh berbagai stasiun TV.

TEmpat membeli jamu di Taman Sringanis
Tempat penjualan obat herbal di Taman Sringanis

Di Taman Sringanis sayangnya saya tidak bisa bertemu dengan Ibu Endah, pemiliknya, karena beliau sedang berada di Jakarta.

Untungnya orang yang melayani penjualan obat herbal di toko sepertinya sangat paham obat herbal.  Setelah menjelaskan keluhan saya, yaitu nyeri dan ngilu karena habis jatuh, dia menyarankan minuman instan yang terbuat dari ramuan lempuyang, lengkuas, sambiloto, dan temulawak.

Minuman itu sudah berupa serbuk yang telah diberi gula dan dikemas dalam kemasan botol. Jadi saya hanya perlu menyeduhnya dengan secangkir air panas.

Saya tidak menyangka serbuk minuman instan dalam kemasan botol itu ternyata begitu mujarab. Baru sekali minum sudah terasa bedanya. Membuat saya bersemangat untuk terus meminumnya.

Hari berikutnya semua nyeri dan ngilu menghilang, tetapi badan saya masih lemas. Memar di pinggul saya juga masih terasa sakit. Terkadang saya masih kesakitan saat berjalan.

Saya memang tak mau diam, begitu bisa berjalan tegak setiap pagi dan sore saya terus latihan berdiri tegak, duduk, lalu berjalan walau hanya di dalam rumah. Saya juga berlatih dari posisi berdiri ke posisi duduk dan sebaliknya. Lama2 saya bisa juga duduk tegak cukup lama.

Saya ingin segera sembuh. Dua hari kemudian barulah saya pulih seperti semula. Bisa berjalan normal. Saya juga mulai bisa kembali ngeblog seperti biasa. Ahhh … senangnya …. Alhamdulillah ya Allah.

Akhirnya saya malah bersyukur pernah mengalami sakitnya kecetit, karena membuat saya lebih mensyukuri kesehatan saya. Ternyata sehat itu rejeki dan nikmat Tuhan yang sungguh sangat berharga.

Tapi tentu bukan berarti selanjutnya saya terus nggak merasa perlu berhati-hati. Saya berusaha terus mengingat do’s and don’t berikut ini, sumbernya masih dari blognya mama Kinan:

Yg boleh dan yg tak boleh dilakukan (sumber: artyakinanti.wordpress.com)

Hikmah yang lain, saya jadi sadar betul perlunya meluangkan waktu untuk berolahraga sekalipun hanya jalan sehat sebentar.

Saya juga menjadi tertarik untuk belajar tanaman obat di Taman Sringanis karena begitu terkesan dengan khasiatnya. Semoga saja dengan begitu saya bisa share tentang tanaman obat di blog ini dengan lebih baik dan lebih akurat. IN

Pencarian dari Google :

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *