Sembuh dari penyakit jantung koroner dengan terapi medis ditambah terapi jus

Penyakit jantung koroner, hingga saat ini masih disebut sebagai penyakit yang mematikan. Karena itu, menderita penyakit jantung koroner tentunya adalah kenyataan yang tak ingin dialami siapapun. Namun sayangnya, hal itulah yang harus dialami oleh Ibu Sun, seorang Ibu dari 6 anak yang tinggal di sebuah kota kecil di Jawa Tengah.

Di usianya yang telah senja (kurang lebih 60 tahun) ternyata Ibu Sun harus mengalami penyakit jantung koroner. Semuanya berawal dari meninggalnya sang suami yang sangat dicintainya. Bisa jadi karena rasa kehilangan yang amat sangat, beberapa bulan kemudian kejadian itu memicu terjadinya serangan jantung yang membuatnya harus dioperasi.

Meskipun Ibu Sun dan putra-putrinya merasa cemas, namun operasi tetap harus dilakukan. Dan alhamdulillah semuanya berjalan lancar, operasi berlangsung dengan sukses. Semuanya berbahagia dan berharap Ibu Sun selanjutnya sehat.

Sayangnya, operasi pemasangan ring itu ternyata bukan akhir dari penyakitnya. Meskipun sehabis operasi Ibu Sun menjalani semua nasehat dokter dengan patuh, baik dalam hal minum obat maupun pengaturan makanannya, pun anjuran olah raga jalan sehat, hingga jadwal konsultasinya, tetap saja pada akhirnya penyakitnya kembali kambuh.

Kembali Ibu Sun harus mengalami operasi pemasangan ring, kali ini bahkan langsung dua buah. Sehabis operasi, beliau semakin hati-hati dan disiplin mengatur makanannya sehari-hari, terus meminum obatnya, dan juga tetap berolahraga sesuai dengan yang disarankan. Konsultasi pun tak pernah ketinggalan.

Nyatanya setelah sekian lama, Ibu Sun masih tetap harus menjalani operasi untuk yang ketiga kalinya, dan dokter pun kembali harus memasang dua buah ring. Namun setelah sembuh dari operasi itu dan tubuhnya sehat kembali, kali ini seorang putrinya lalu mengajak ke Bandung menemui seseorang yang biasa mengobati dengan terapi alami.

Memulai terapi alami sebagai terapi tambahan

Nama Pak Yeyep ternyata sudah cukup dikenal sebagai seorang yang biasa mengobati dengan jus buah dan sayuran. Tentunya tak hanya itu terapinya. Selain dianjurkan minum jus, pasien juga disarankan untuk melakukan terapi pijat refleksi. Menurut penuturannya, Pak Yeyep mendapatkan keahliannya setelah belajar di Tibet.

Sebelum mendapatkan resep jus, pada saat berobat, setiap pasien akan diperiksa dulu kondisi kesehatannya, setelah itu pasien akan mendapat pijat refleksi, lalu setelah pulang diharuskan minum jus setiap hari sesuai dengan resep yang diberikannya. Setiap pasien biasanya mendapat resep jus yang berbeda-beda, sesuai dengan kondisi tubuh dan penyakitnya.

Sedangkan terapi pijat refleksi, selanjutnya dapat dilakukan di tempat terapi pijat refleksi terdekat dengan tempat tinggal masing-masing pasien. Tentunya pasien juga diharapkan memilih tempat pijat refleksi yang bagus. Saat itu dari Pak Yeyep, Ibu Sun mendapatkan resep jus wortel dengan campuran apel malang dan tomat.

Karena masih ragu dengan terapi jus, seorang putranya membawanya ke dokter di kota Bogor yang ternyata juga biasa memberikan resep berupa jus buah-buahan. Dari dokter di Bogor ini, Ibu Santi mendapat resep untuk meminum jus yang terdiri dari lima macam buah setiap hari. Jenis buahnya tidak ditentukan, jadi bebas memilih sendiri.

 

Jus pepaya, nanas, pir, jeruk, dan buah naga
Jus lima warna yang salah satunya menggunakan buah naga

Mengalami penyembuhan

Karena niatnya yang kuat untuk tetap sehat, Ibu Sun pun mulai menjalani terapi jus setiap hari. Pagi hari minum jus wortel, apel, tomat. Lalu sorenya minum jus 5 macam buah itu. Jenis buah yang sering dipilihnya  adalah pepaya, pir, jeruk, nanas, dan buah naga. Di saat buah naga sulit didapat, Ibu Santi menggantinya dengan buah mangga.

Meskipun menjalani terapi jus dan terapi pijat refleksi, Ibu Santi tetap kontinu meminum obat yang diberikan dokter, berolahraga dan mengkonsumsi makanan sesuai petunjuk dokter. Ibu Santi juga menyampaikan kepada dokternya bahwa dia mulai minum jus. Ternyata dokter yang merawat tidak melarangnya.

Setelah dengan teratur menjalani terapi pijat refleksi dan minum jus dua kali sehari, selain tetap menjalani pengobatan medis, ternyata kadar kolesterolnya mulai menurun secara significant. Dokter pun terlihat gembira ketika suatu hari melihat hasil tes labnya dan hasilnya menunjukkan kolesterolnya kini normal.

Setelah untuk beberapa lama hasil labnya tetap bagus, akhirnya Ibu Sun tak perlu lagi minum obat-obatan, dokter hanya memintanya untuk kontrol secara teratur.

Hal itu masih dijalaninya hingga kini. Sekarang Ibu Sun sudah memasuki usia 74 tahun. Penyakitnya tak pernah kambuh lagi dan dia masih tetap meminum jus dan berolahraga jalan sehat setiap hari.

Tubuhnya sehat, beliau juga tak mengalami masalah apapun yang berhubungan dengan masalah jantung saat menunaikan rukun islam yang ke lima di bulan September-Oktober 2017 yang lalu.

Catatan:

Kini Pak Yeyep telah meninggal dunia, namun jika Anda ingin tahu seperti apa cara pengobatannya, Anda bisa melihat videonya di youtube. Nampaknya ada salah satu pasien yang sempat merekamnya saat sedang memberikan terapi kepada pasien.

Pencarian dari Google :

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *