Pijat refleksi atau refleksologi, pengobatan lewat titik refleksi di telapak kaki

Sering mengalami kelelahan? Karena kesibukan sehari-hari yang seakan tak ada habisnya, kelelahan jadi sering muncul. Namun ada kalanya, saat tidak sedang mengerjakan sesuatu yang berat, badan terkadang tetap merasa lelah.

Bagi Anda yang sering mengalaminya, mungkin pijat refleksi bisa menjadi solusi. Dengan dipijat, maka peredaran darah akan kembali lancar. Selesai sesi pijat, Anda pun langsung rileks, badan terasa nyaman, wajah berseri, mood membaik, rasanya jadi lebih ringan menjalani hari-hari di depan.

Pijat refleksi kini sudah sangat populer, mulai dari salon-salon di dekat perumahan hingga salon di dalam mal kini menyediakan layanan pijat refleksi. Ada juga tempat yang memang khusus melayani pijat refleksi.

Produk-produk yang memudahkan orang menikmati pijat refleksi pun bermunculan, misalnya saja kursi refleksi yang mungkin sudah sering kita temukan saat berbelanja di Mal. Saat badan sudah kelelahan sehabis berkeliling pusat perbelanjaan, kita bisa mencoba kursi refleksi yang bisa dinikmati dengan bayaran per lima menit.

Begitu juga sandal refleksi yang diiklankan sebagai sandal sehat yang dapat membantu mengatasi pegal-pegal dan rasa sakit di kaki. Jika kita cari di google kita bisa menemukan aneka model, warna, harga dan merek dari sandal refleksi ini.

Mengapa pijat refleksi bisa begitu populer? Bagaimana cara kerjanya?

Menurut Gary Null, Phd dalam bukunya The Complete Book of Natural Healing, refleksologi adalah teknik penyembuhan kuno. Teknik refleksologi menjelaskan bahwa pada bagian telapak kaki dan tangan kita, terdapat titik-titik refleksi yang masing-masing terhubung dengan otot, saraf, organ, kelenjar dan tulang di dalam tubuh (lihat gambar).

 

Gambar: titik refleksi kaki
Gambar titik refleksi pada telapak kaki. sumber gambar: refleksibatam.com

Bisa jadi akibat adanya keterkaitan itulah, maka pada saat ada organ atau bagian tubuh kita yang  mengalami sakit, maka bagian telapak kaki yang berhubungan dengan bagian tubuh tersebut juga akan terasa nyeri saat ditekan.

Rasa nyeri saat ditekan itulah yang menjadi indikator adanya penyakit di dalam tubuh. Para pemijat refleksologi umumnya melakukan diagnosa penyakit dengan melihat bagian telapak kaki yang terasa nyeri saat ditekan.

Setelah dilakukan diagnosa, maka umumnya bagian telapak kaki yang sakit akan mendapatkan terapi pemijatan sedikit lebih lama dibandingkan dengan bagian yang lainnya.

Masih menurut Gary, tekanan-tekanan yang dilakukan saat pemijatan pada titik-titik refleksi tersebut dapat membantu melepaskan sumbatan-sumbatan yang ada dan membuat saraf menjadi lebih rileks. Pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat juga akan terpengaruh sehingga alirannya lebih lancar.

Dengan semakin lancarnya sirkulasi darah, maka semua proses dalam tubuh bisa berjalan dengan baik, penyerapan zat gizi dan pembuangan racun tubuh juga menjadi lancar. Pijat refleksi juga memicu pelepasan hormon endorfin yang dapat berfungsi menghilangkan stres dan menimbulkan rasa senang.

Menurut Doreen E. Bayly, seorang praktisi dan pengajar pengobatan pijat refleksi dari Amerika, dalam bukunya yang berjudul refleksology mutakhir juga menjelaskan hal yang kurang lebih sama.

Bahwa dengan pijatan yang diberikan pada refleksi kaki, maka terjadilah peningkatan sirkulasi darah, saraf yang tegang jadi kembali rileks. Pada akhirnya secara bertahap tubuh akan kembali pada keseimbangan normalnya.

Saat tubuh berada pada keseimbangan normal itulah, tubuh mampu menyembuhkan diri sendiri dari berbagai penyakit secara alami.

Jadi menurut Bayly, pijat refleksi bukanlah penyembuh semua penyakit, tetapi cara tubuh mendapatkan keseimbangan sempurna dalam semua fungsinya.

Pada akhirnya seluruh tubuh didorong untuk memperbaiki dirinya sendiri sehingga semua proses dapat berjalan dengan harmonis.  Dengan begitu tubuh pun terjaga kesehatannya.

Satu hal yang menarik, pijat refleksi ini tidak hanya membantu saat depresi dan lelah, tetapi juga dapat memperlambat terjadinya proses penuaan dengan cara merangsang susunan saraf dan pembuluh darah serta memastikan penyediaan darah yang lebih baik.

Titik refleksi di telapak kaki
sumber: refleksi id

Pijat refleksi yang ‘alami’

Jika kita melihat ke masa lampau, pijat refleksi ini sebenarnya sudah biasa terjadi secara alami. Jaman dahulu, saat orang belum mengenal alas kaki, atau saat kondisi lingkungan masih sangat alami, di saat sedang berjalan, maka kaki akan terpaksa menginjak kerikil dan batu-batu kecil.

Tanpa disadari, hal itu justru membuat tubuh menjadi sehat karena titik-titik refleksi mendapatkan ‘pijatan’ atau tekanan secara alami sehingga aliran darah menjadi lancar dan proses pebuangan racun (detoksifikasi) berjalan dengan baik.

Bagaimana dengan kondisi jaman sekarang? Saat ini jalan-jalan sudah di aspal halus, terutama di kota-kota besar. Orang sudah jarang berjalan jauh karena sudah banyak kendaraan. Dengan begitu ‘pemijatan’ alami tidak terjadi lagi.

Peredaran darah yang tidak lancar, pada akhirnya membawa masalah di dalam tubuh sehingga muncul berbagai jenis penyakit.

Jadi bagi Anda yang tinggal di kota besar yang penuh polusi, dan sehari-harinya harus menghadapi jalanan yang macet dan beban pekerjaan kantor yang tak ringan, tanpa olahraga teratur tentu akan mudah mengalami kelelahan.

Mungkin  kini Anda bisa mulai mempertimbangkan untuk menjadikan pijat refleksi sebagai salah satu solusi. IN

Pencarian dari Google :

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *